Have a question?
Message sent Close

Apakah Flek Termasuk Darah Haid

19 Desember 2025
Nura
Penanya
Pertanyaan: 26

Assalamualaikum wr.wb ijin bertanya. Kalau haid 10 hari dan suci di hari 11-13, lalu keluar flek hari ke 14, bagaimana untuk sholat dan puasa? Apa itu masih haid ?

1 Jawaban

  1. Ahmad Ubaidillah Nasiden Penjawab

    Jawaban singkat:
    Flek atau cairan kekuningan/kecoklatan yang muncul dari kemaluan wanita ada 4 kondisinya:
    Keluar beberapa saat sebelum Haid.
    Keluar di masa Haid.
    Keluar setelah darah berhenti, tetapi belum suci.
    Keluar setelah suci di luar masa Haid.
    Hukum masing-masing kondisi:
    Bisa termasuk Haid atau tidak, tergantung gejala yang dialami saat keluar flek.
    Termasuk darah Haid.
    Termasuk darah Haid.
    Tidak termasuk darah Haid.
    Konsekuensinya berkaitan dengan kewajiban meninggalkan Shalat dan Puasa atau tidak. Jika Haid maka tidak boleh Shalat dan berpuasa, begitu pula sebaliknya.
    Adapun dalam kasus anda tadi, flek tersebut bukan termasuk Haid menurut pendapat Ulama yang kami pilih.

    Jawaban rinci:
    KONDISI 1:
    Cairan kekuningan dan kecokelatan yang keluar sebelum darah haid, dihukumi haid jika:
    Keluar pada waktu kebiasaan haid,
    Bersambung (tersambung waktunya) dengan keluarnya darah haid,
    Dan disertai tanda-tanda haid seperti rasa sakit atau kram.
    Alasan penguatnya adalah bahwa ṣufrah (kekuningan) dan kudrah (kecokelatan) merupakan bagian dari warna-warna darah haid menurut kebanyakan fuqahā’.

    KONDISI 2:
    Jika flek keluar di masa Haid, maka ia termasuk darah Haid, menurut kesepakatan 4 Madzhab, bahkan ada nukilan Ijmak oleh Abdurrahman bin Mahdi dan Ishaq bin Rahuyah.
    KONDISI 3:
    Apabila cairan kekuningan atau kecokelatan keluar setelah berhentinya darah, tetapi sebelum tanda suci muncul, maka ia termasuk haid.
    Dalilnya adalah riwayat dalam al-Muwaṭṭa’ karya Imam Mālik (no. 130): dari Ummu ‘Alqamah beliau berkata:
    كَانَ النِّسَاءُ يَبْعَثْنَ إِلَى عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ بِالدُّرْجَةِ فِيهَا الْكُرْسُفُ فِيهِ الصُّفْرَةُ مِنْ دَمِ الْحَيْضَةِ يَسْأَلْنَهَا عَنِ الصَّلَاةِ، فَتَقُولُ لَهُنَّ: لَا تَعْجَلْنَ حَتَّى تَرَيْنَ الْقَصَّةَ الْبَيْضَاءَ.
    “Para wanita dahulu mengirimkan kapas yang terdapat padanya warna kekuningan dari darah haid kepada ‘Āisyah, Ummul-Mu’minīn, untuk menanyakan apakah mereka sudah boleh shalat.
    Beliau menjawab: ‘Jangan terburu-buru (shalat) sebelum kalian melihat cairan putih yang jernih.’”
    (HR. Mālik, disahihkan oleh al-Albānī dalam Irwā’ al-Ghalīl no. 198)
    Hadits ini juga diriwayatkan oleh al-Bukhārī secara mu‘allaq dalam Kitāb al-Ḥaiḍ, Bāb Iqbāl al-Maḥīḍ wa Idbārih.
    Namun tanda suci berupa cairan putih tidak selalu ada pada setiap wanita, sehingga Ulama’ 3 Madzhab (Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah) berpandangan bahwa tanda sucinya adalah berhentinya darah, yakni keringnya darah secara total, tidak ada lagi warna merah, kecokelatan, kekuningan, atau kelembapan darah sedikit pun.
    KONDISI 4:
    Adapun jika flek keluar di luar masa Haid, dengan artian sudah terputus dari darah haid dan benar-benar suci dengan tanda cairan putih atau kering, maka ia tidak termasuk darah Haid, menurut pendapat Mazhab Hanafi dan Hanbali, sebagian Ulama’ Malikiyah dan Syafi’iyah, serta pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.
    Dalilnya perkataan Ummu ‘Athiyyah:
    كُنَّا لَا نَعُدُّ الكُدْرَةَ وَالصُّفْرَةَ بَعْدَ الطُّهْرِ شَيْئًا.
    “Dahulu kami (para Sahabat) tidak menganggap flek kecoklatan atau kekuningan setelah tuntas suci dari Haid.”
    (Diriwayatkan di Shahih Bukhari no. 326 dan Sunan Abu Daud no. 307, dan ini lafazh Abu Daud, adapun di lafazh Bukhari tanpa ada kata-kata “setelah tuntas suci dari Haid”, tetapi beliau meletakkan pembahasan: Bab tentang Flek Kecoklatan atau Kekuningan di Luar Masa Haid)
    Maka dalam kasus anda tadi, flek tersebut bukan termasuk Haid, kecuali jika Anda mengambil pendapat Ulama’ Madzhab Syafi’i dan Maliki yang mengkategorikannya termasuk Haid.
    Wallahu a’lam bish shawab.
    Referensi: https://dorar.net/feqhia/601 dan https://islamqa.info/ar/answers/179069/
    Dijawab oleh Ahmad Ubaidillah Nasiden
    Gabung Grup WhatsApp Konsultasi seputar Syariat Islam di lynk.id/almahbaroh

Tulis Jawaban