Ujian Sabar dan Hubungan dengan Orang Tua yang Tidak Baik
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustadz.
Saat ini saya sedang berikhtiar mencari pekerjaan. Sudah kurang lebih empat bulan setelah wisuda dan saya masih berusaha melamar sebagai dosen di beberapa universitas. Di rumah, saya merasa sedang diuji, terutama dalam menyikapi ibu saya.
Saya berusaha untuk tetap berbakti dan tidak melawan ibu. Saya menjalankan kewajiban ibadah, termasuk salat lima waktu di masjid, tahajud, dan ibadah lainnya. Namun, ibu saya sering mengaitkan belum datangnya pekerjaan dengan anggapan bahwa ibadah saya masih kurang, meskipun sebagian dari apa yang beliau sampaikan sebenarnya sudah saya lakukan, hanya saja tidak terlihat oleh beliau.
Yang paling berat bagi saya adalah sikap ibu yang sering marah dengan nada keras, meso, bahkan sampai terdengar oleh tetangga, dan sering menggunakan kata-kata yang menyakitkan. Hal ini membuat saya merasa tertekan, lelah secara batin, dan kurang merasakan ketenangan di rumah. Saya memilih diam karena tidak ingin durhaka, namun di sisi lain saya merasa sangat membutuhkan ketenangan untuk terus berikhtiar dan menjaga kesehatan mental saya.
Saya meyakini bahwa ridha orang tua adalah jalan rezeki, namun saat ini saya juga merasa bahwa kondisi ini adalah ujian kesabaran yang berat bagi saya. Ditambah ibu saya sekarang adalah pensiunan, suka liat tiktok, berteman dengan ibu ibu senam yg sosialita. Mohon nasihat Ustadz, bagaimana sebaiknya saya bersikap agar tetap berbakti tanpa kehilangan ketenangan dan kekuatan diri.
Terima kasih, Ustadz